Monday, September 28, 2020

CORETAN PENA PERJUANGAN

 



PUISI UNTUK SANG PEJUANG 


 TETESAN MERDEKA

Oleh Sri Mulyani S.Pd.I


Kala rembulan bersembunyi di balik malam

Tak lagi menerangi  seisi jagat raya

Sang bayu pun tak lagi berhembus

Menyebarkan aroma dingin pada segenap jiwa

 

Derap langkah kaki memecah kesunyian malam

Muncul dari sarang-sarang di balik rerimbunan

Menuju ke tempat sebuah perjuangan

Untuk mempertahankan sebuah kedaulatan

 

Mengintip, bertiarap, berlari dan mengintai

Tuk mengusir penjajah pembawa sengsara

Yang menyematkan  duka dan lara

Bagi segenap penghuni bumi pertiwi

 

Tak peduli ranjau-ranjau  menghadang

Peluru-peluru mencari mangsa dan sasaran

Namun semangat perjuangan tetap berkobar

Tak pernah pupus sampai titik darah penghabisan

 

Wahai para pejuang kemerdekaan

Tetesan darah yang engkau persembahkan

Kini tlah mencapai puncak kesuksesan

Merdeka, Merdeka, tlah berada dalam genggaman

 

Bondowoso, 17 Agustus 2020                                                                                                                                                                                           


 

JEJAK PERJUANGAN

Oleh : Sri Mulyani

 

Di antara gemulung ombak samudera luas

Gemuruh menderu di tengah deretan gelombang

Pahlawan sejati terpatri di atas laut membentang

Terombang-ambing di antara pahit getirnya perjuangan

 

Hari demi hari, bulan pun berganti

Gelora perjuangan tetap berkobar dan membara

Setetes demi setetes darah dan air mata

Satu persatu jatuh membasahi bumi pertiwi

 

Kini merdeka “tlah  dalam genggaman

Tak kan terlepas sampai akhir zaman

Hasil dari sebuah perjuangan sejati

Demi kemerdekaan negeri yang hakiki

 

Untaian terima kasih yang dapat terucapkan

Renungan doa di antara setiap detak jantung

Karena tak di temukan bagaimana cara balas budi

Padamu wahai para pejuang negeri

 

Namamu kan terukir dalam samudera hati

Melekat bagai untaian mutiara terindah sepanjang zaman

Mengenang detak detik jantung pengorbanan

Memberantas duri-duri penjajah bumi pertiwi

 

Wahai para pahlawan sejati

Generasimu tak kan berpangku tangan

Pengabdianmu  menjadi rangkaian terindah

Tetap terukir sampai akhir hayat di kandung badan

Bondowoso,18 Agustus 2020


No comments:

Post a Comment

Kiat Belajar Asyik Bersama Media Alam

Belajar itu asyik, belajar itu menyenangkan! Kata siapa belajar itu membosankan? Apa benar belajar itu sulit dan jenuh? Tentu saja tidak, ka...